Senin, 03 Oktober 2011

FRAKTUR HUMERUS PADA NEONATUS

a. Pengertian

( Mansjoer, Arif, 2000) Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.
( Linda Juall C 1999) Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang.
Fraktur Humerus menurut (Mansjoer, Arif, 2000) yaitu diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus. Sedangkan menurut ( Sjamsuhidayat 2004 ) Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung.
Fraktur humerus adalah Kelainan yang terjadi pada kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi puncak kepala atau letak sungsang dengan lengan membumbung ke atas. Pada keadaan ini biasanya sisi yang terkena tidak dapat digerakkan dan refleks Moro pada sisi tersebut menghilang.
Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini, jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total.

b. Klasifikasi

Fraktur atau patah tulang humerus terbagi atas :

> Fraktur Suprakondilar humerus, ini terbagi atas :
• Jenis ekstensi yang terjadi karena trauma langsung pada humerus distal melalui benturan pada siku dan lengan bawah pada posisi supinasidan lengan siku dalam posisi ekstensi dengan tangan terfikasi
• Jenis fleksi pada anak biasanya terjadi akibat jatuh pada telapak tangan dengan tangan dan lengan bawah dalam posisi pronasi dan siku dalam posisi sedikit fleksi.

> Fraktur interkondiler humerus
Fraktur yang sering terjadi pada anak adalah fraktur kondiler lateralis dan fraktur kondiler medialis humerus

> Fraktur batang humerus
Fraktur ini disebabkan oleh trauma langsung yang mengakibatkan fraktur spiral (fraktur yang arah garis patahnya berbentuk spiral yang disebabkan trauma rotasi)

> Fraktur kolum humerus
Fraktur ini dapat terjadi pada kolum antomikum (terletak di bawah kaput humeri) dan kolum sirurgikum (terletak di bawah tuberkulum).

c. Etiologi

Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini, jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total. Fraktur menurut Strek,1999 terjadi paling sering sekunder akibat kesulitan kelahiran (misalnya makrosemia dan disproporsi sefalopelvik, serta malpresentasi).

d. Patofisiologi

Tulang bersifat rapuh namun cukup mempunyai kekekuatan dan gaya pegas untuk menahan tekanan (Apley, A. Graham, 1993). Tapi apabila tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap tulang, maka terjadilah trauma pada tulang yang mengakibatkan rusaknya atau terputusnya kontinuitas tulang (Carpnito, Lynda Juall, 1995). Setelah terjadi fraktur, periosteum dan pembuluh darah serta saraf dalam korteks, marrow, dan jaringan lunak yang membungkus tulang rusak. Perdarahan terjadi karena kerusakan tersebut dan terbentuklah hematoma di rongga medula tulang. Jaringan tulang segera berdekatan ke bagian tulang yang patah. Jaringan yang mengalami nekrosis ini menstimulasi terjadinya respon inflamasi yang ditandai dengan vasodilatasi, eksudasi plasma dan leukosit, dan infiltrasi sel darah putih. Kejadian inilah yang merupakan dasar dari proses penyembuhan tulang nantinya (Black, J.M, et al, 1993)

e. Gejala

• Berkurangnya gerakan tangan yang sakit
• Refleks moro asimetris
• Terabanya deformitas dan krepotasi di daerah fraktur disertai rasa sakit
• Terjadinya tangisan bayi pada gerakan pasif
Letak fraktur umumnya di daerah diafisi. Diagnosa pasti ditegakkan dengan pemeriksaan radiologik.

f. Gejala Klinis

• Diketahui beberapa hari kemudian dengan ditemukan adanya gerakan kaki yang berkurang dan asimetris.
• Adanya gerakan asimetris serta ditemukannya deformitas dan krepitasi pada tulang femur.
• Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan radiologik.

g. Penanganan

• Imobilisasi lengan pada sisi bayi dengan siku fleksi 90 derajat selama 10 sampai 14 hari serta control nyeri.
• Daya penyembuhan fraktur tulang bagi yang berupa fraktur tulang tumpang tindih ringan dengan deformitas, umumnya akan baik.
• Dalam masa pertumbuhan dan pembentukkan tulang pada bayi, maka tulang yang fraktur tersebut akan tumbuh dan akhirnya mempunyai bentuk panjang yang normal

Selasa, 01 Maret 2011

Mitos Tokek (wajib tau)


banyak rumor yang beredar di masyarakat tentang tokek. tapi adakah mitos-mitos dibawah ini yang juragan percayai? ato bahkan ada mitos-mitos yang belum tercantum disini. mari berbagi gan ^_^
Mitos 1 : Tokek adalah salah satu binatang yang mengetahui kejadian yang akan datang pada diri manusia.
Banyak orang yang mencoba keberuntungan dengan bertanya pada tokek saat tokek itu berbunyi. seperti kaya, naik jabatan, putus atau sampai nikah sekalipun.
Mitos 2 : Tokek dianggap sebagai hewan pembawa keberuntungan.
banyak orang yang mengganggap tokek adalah hewan pembawa keberuntungan, adapun ciri-ciri yang dipercayai oleh masyarakat yaitu tokek yang berbunyi ganjil, tokek yang memiliki buntut bercabang menghadap ke langit, dll.
Mitos 3 : Tokek Dianggap Dapat menyembuhkan AIDS
Akhir akhir ini santer dikabarkan bahwa toke dapat meyembuhkan aids. sebagian orang percaya salah satu dari air liur, lidah ato bahkan darahnya dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat mengobati pernyakit AIDS, walaupun sampai saat ini belum ada instansi manapun yang mengeluarkan statment bahwa toke dapat menyembuhkan AIDS. setidaknya ada beberapa orang yang tiba2 menjadi milioner akibar menjual toke dengan harga miliaran.
Mitos 4 : Tokek Adalah Hewan Keturunan Naga
Beberapa orang di negara jepang percaya bahwa tokek adalah hewan titisan naga. oleh sebab itu beberapa orang disana sangat menganggap bahwa toke adalah hewan yang sakral.
Mitos 5 : Tokek dengan berat 3 Ons atau lebih pasti sudah ada penunggunya.
Tokek dengan berat diatas 3 ons keatas dipercaya telah memiliki khodam (penunggu), sehingga toke akan terlihat sangat besar dan berbanding terbalik dengan berat aslinya. sehingga toke yang terlihat besar akan ringan ketika ditimbang karena khodamnya pergi saat ditimbang
Mitos 6 : Tokek Dianggap Hewan Penolak Bala
Banyak orang dipedalaman bahwa tokek adalah hewan yang memiliki kekuatan gaib, katanya rumah yang tinggali oleh tokek, maka rumah tersebut dapat menolak bala, semakin besar ukuran tokek maka semakin besar pula kekuatannya.

Senin, 14 Februari 2011

Setelah 11 hari sakit, akhirnya sembuh juga :) ternyata walaupun semuanya dilayanin, tapi tetep jadi orang sakit itu ga enak (ya iyalaaaaah... -,-) hehehehe..
Makannya bubur, bubur, bubur. Mau tidur ga enak! Infusannya ketarik-tarik. Pegel pula -,-
Tapi asli yaa, kalau perawatnya pacar sendiri sih betah sakit juga *.* infusan yang segitu pegelnya jadi ga berasa, hehe :D (tapi amit-amit deh kena DBD lagi)
Dan sekarang, aku musti nyelesain UAS susulan dalam waktu 4 hari, 10 mata kuliah. Mudah-mudahan aja selesai semuanya dan ngga kena remidi. Pengen lama dibandung soalnya :)

Wish me luck! ;)